Pendidikan adalah proses panjang yang hendaknya dilalui oleh semua manusia. Proses pendidikan yang akan menjadikan manusia menjadi manusia seutuhnya. Manusia yang memiliki ilmu pengetahuan yang memadai, keterampilan yang mumpuni, dan karakter yang mulia. Proses panjang yang tidak akan pernah berakhir dan berlangsung selama hayat masih dikandung badan. Sampai akhirnya, terbentuklah sosok manusia yang utuh dalam kepribadian, profesionalisme, dan intelektual. Hal ini merupakan pekerjaan yang penting, strategik, dan mendasar. Penting menunjuk kepada pekerjaan yang harus segera dilaksanakan dan menjadi prioritas utama. Strategik menunjuk kepada posisi, kepentingan, dan pengaruhnya yang signifikan. Mendasar menunjuk kepada landasan utama dari setiap ‘pembangunan’ menjadi manusia seutuhnya adalah melalui proses pendidikan.
Sekolah Tinggi Teologi Ekumene (STTE) hadir untuk berpartisipasi dan memiliki komitmen serta tekad yang kuat dalam usaha menjadi bagian pembentukan manusia seutuhnya tersebut melalui sarana pendidikan teologi yang diselenggarakan. Posisi STTE dalam proses pembentukan manusia seutuhnya memiliki nilai yang strategik. STTE tidak hanya memperlengkapi manusia-manusia pembelajar atau mahasiswa memiliki keilmuan dan keterampilan teologi yang memadai. Namun, dapat membentuk mahasiswa untuk memiliki karakter, mental, dan sikap hidup yang istimewa. Menyitir apa yang telah disampaikan oleh Billy Graham, ketika seseorang kehilangan karakternya, maka sebenarnya ia kehilangan semuanya. Dengan demikian, karakter manusia merupakan cerminan nilai dirinya.
Dengan melihat kebutuhan pembentukan karakter yang mendasar dan penting, maka STTE dalam penyelenggaraan proses pendidikannya berusaha menyediakan sarana dan prasarana terbaik yang dapat dilakukan untuk memenuhi cita-cita tersebut. STTE telah menyediakan sarana pembelajaran bagi pembentukan kualitas keilmuan yang dibutuhkan melalui kelas-kelas perkuliahan, laboratorium komputer, dan perpustakaan dengan dukungan teknologi informasi yang memadai. Sarana pelatihan dalam bentuk kerjasama dengan STT, gereja, dan lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan lainnya. Asrama dengan fasilitas lengkap yang dapat digunakan sebagai sarana akomodasi bagi setiap mahasiswa yang aktif.
STTE tidak dapat bekerja sendiri dalam usaha mewujudkan tujuan dan cita-cita dalam membentuk mahasiswa yang utuh dalam ilmu, keterampilan, dan karakter tersebut. Oleh karena itu, kami ingin membagi semangat pelayanan kepada Bapak dan Ibu serta Saudara sekalian untuk turut serta mendukung dan menjadi bagian dalam mengukir sejarah. Ukiran sejarah pembentukan manusia seutuhnya yang tidak akan pernah lekang dimakan panas, tidak akan pernah luruh dimakan hujan, dan akan menjadi nilai abadi di kekekalan. Akhir kata, saya, Pdt. Dr. Erastus Sabdono beserta seluruh keluarga besar STTE mengajak semua orang yang memiliki beban yang sama untuk mendukung pekerjaan Tuhan melalui sarana pendidikan di Sekolah Tinggi Teologi Ekumene. Dalam kesempatan ini pula, saya mengucapkan banyak terima kasih atas segala doa, dukungan, dan partisipasi yang akan dan yang sudah diberikan. Kiranya, Tuhan yang memiliki STTE ini memberkati Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian. Sola Gratia
